kegiatan di sekolah pada hari Jumat tgl24
Pagi tadi, seperti biasa, ada kegiatan sholat duha di sekolah. Suasana terasa khusyuk saat semua siswa siswi bersama-sama melaksanakan sholat duha di lapangan. Setelah selesai, dilanjutkan dengan kegiatan rutin yang biasa dilakukan pada hari Jumat, yaitu mendengarkan khotbah. Khotbah kali ini dibacakan oleh perwakilan dari kelas 8I, dengan judul Pentingnya Menjaga Pikiran dan Perkataan. Dalam khotbah tersebut, siswa dari 8I menyampaikan pentingnya berpikir positif dan berbicara dengan sopan karena hal tersebut mencerminkan kepribadian kita. Semua siswa mendengarkan dengan penuh perhatian, bahkan beberapa terlihat mencatat poin-poin penting. Setelah khotbah selesai, siswa-siswi kembali ke kelas masing-masing untuk memulai pelajaran hari itu.
Pelajaran pertama di kelas saya adalah Penjas. Sayangnya, guru Penjas tidak hadir hari ini, sehingga kami diizinkan mengisi waktu secara mandiri. laki-laki memutuskan bermain sepak bola di lapangan sekolah, sedangkan perempuan menghabiskan waktu di kelas, ada yang mengobrol, ada pula yang membaca buku. Suasana di lapangan sangat ramai dan penuh semangat, sorak-sorai terdengar saat gol tercipta. Tidak terasa, jam pelajaran Penjas pun berakhir.
Selanjutnya, kami melanjutkan ke pelajaran PPKn. Guru PPKn masuk ke kelas dengan membawa semangat baru. Ia menjelaskan materi tentang keragaman masyarakat Indonesia dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Guru memberikan penjelasan yang sangat rinci tentang bagaimana keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa di Indonesia menjadi kekayaan yang harus dijaga. Kami juga diajak berdiskusi mengenai contoh-contoh keberagaman yang ada di sekitar. Setelah itu, guru memberikan tugas yang harus dikerjakan di kelas. Namun, waktu pelajaran terasa singkat, sehingga tugas tersebut akhirnya dijadikan PR dan akan dibahas minggu depan.
Setelah istirahat sejenak, kami melanjutkan ke pelajaran Prakarya. Guru menjelaskan tentang proyek wawancara kepada petani. guru nya memberikan panduan tentang apa saja yang harus kami tanyakan dan bagaimana cara melakukan wawancara yang baik. Semua siswa terlihat antusias karena tugas ini akan melibatkan interaksi langsung dengan masyarakat. Setelah itu, pelajaran Bahasa Sunda dimulai. Guru meminta kami mencatat materi tentang Drama. Kemudian, guru membagi kami ke dalam beberapa kelompok untuk mengerjakan tugas drama. Kami mulai berdiskusi tentang cerita apa yang akan ditampilkan, sambil tertawa dan bercanda.
Menjelang siang, semua siswa laki-laki mulai bersiap untuk menuju masjid melaksanakan shalat Jumat. Setelah shalat Jumat selesai, suasana sekolah perlahan mulai sepi. Satu per satu siswa-siswi meninggalkan sekolah dan pulang ke rumah masing-masing. Hari itu terasa begitu penuh aktivitas, namun juga menyenangkan karena kami bisa belajar banyak hal dan berinteraksi dengan teman-teman.
Komentar
Posting Komentar